Rabu, 12 Januari 2011

Asap Rokok Hambat Kehamilan

Dokter Boyke....
Saya perempuan berusia 29 tahun. Dalam satu tahun terakhir ini, saya dilanda kecemasan karena tak kunjung hamil setelah 3 tahun usia perkawinan. Terus terang, saya memang perempuan karier dengan jabatan cukup tinggi di sebuah perusahaan dan juga perokok berat. Saya mulai merokok saat masih duduk di bangku kuliah dan makin parah hingga saat ini. Sehari saya bisa menghabiskan 3 bungkus rokok jenis mild. Aktivitas seksual kami tidak ada masalah, bahkan boleh dibilang cukup "hot" karena kami melakukannya rata-rata 3 kali seminggu dengan kualitas hubungan yang luar biasa. Artinya, kami berdua sama-sama selalu bisa mencapai puncak. Namun, sebagai pasangan suami istri, kami tentu juga ingin mempunyai keturunan. Apakah ketidaksuburan ini disebabkan oleh kebiasaan saya yang suka merokok? Ataukan, karena faktor suami yang juga suka merokok? Apakah saya harus benar-benar berhenti merokok atau cukup mengurangi saja? Apakah suami juga harus berhenti merokok? Kalau boleh tahu, zat apa sih yang terkandung dalam rokok, khususnya yang menyebabkan kemandulan? Selain berhenti merokok, apa yang harus saya lakukan agar saya bisa hamil? Apakah ada vitamin khusus untuk meningkatkan kesuburan saya maupun suami? Dari banyak pengalaman pasangan suami istri lainnya yang perokok, apakah berhenti merokok benar-benar bisa memperbaiki tingkat kesuburan seseorang? Putri Ananda / Petukangan Utara, Jaksel

Jawab:
Sudah jelas tertulis dalam pernyataan bahaya merokok pada iklan maupun bungkus rokok bahwa rokok dapat menyebabkan kanker, impotensi dan kemandulan. Oleh karena itu jika ingin cepat hamil, baik suami maupun istri harus berhenti merokok. Suami yang merokok dapat menjadikan istrinya perokok pasif dan menimbulkan kesulitan hamil juga, bahkan jika wanita tersebut bisa hamil, janinnya dalam kandungan akan mengalami pertumbuhan yang terhambat. Zat-zat yang terkandung dalam rokok yang membahayakan tubuh adalah nikotin, tar, gas CO dan ratusan zat berbahaya lainnya. Beberapa ahli bahkan mengumpamakan seorang perokok sama dengan bernafas dengan hidung ditaruh pada knalpot mobil yang dinyalakan. Selain berhenti merokok, mengonsumsi makanan bergizi, berolah raga, memanaj stres yang ada, dapat meningkatkan kesuburan suami dan istri.*** Sumber : Suara Karya.

Senin, 10 Januari 2011

Kanker Mampu Sembuh, Pakai Xamthone



Ketika sel normal (A) rusak atau tua (2), mereka mengalami apoptosis (1); sel kanker (B) menghindari apoptosis dan terus membelah diri.

Kanker adalah segolongan penyakit yang ditandai dengan pembelahan sel yang tidak terkendali dan kemampuan sel-sel tersebut untuk menyerang jaringan biologis lainnya, baik dengan pertumbuhan langsung di jaringan yang bersebelahan (invasi) atau dengan migrasi sel ke tempat yang jauh (metastasis).

Pertumbuhan yang tidak terkendali tersebut disebabkan kerusakan DNA, menyebabkan mutasi di gen vital yang mengontrol pembelahan sel. Beberapa buah mutasi mungkin dibutuhkan untuk mengubah sel normal menjadi sel kanker. Mutasi-mutasi tersebut sering diakibatkan agen kimia maupun fisik yang disebut karsinogen.

Mutasi dapat terjadi secara spontan (diperoleh) ataupun diwariskan (mutasi germline). Kanker dapat menyebabkan banyak gejala yang berbeda, bergantung pada lokasinya dan karakter dari keganasan dan apakah ada metastasis. Sebuah diagnosis yang menentukan biasanya membutuhkan pemeriksaan mikroskopik jaringan yang diperoleh dengan biopsi. Setelah didiagnosis, kanker biasanya dirawat dengan operasi, kemoterapi dan/atau radiasi.

Bila tak terawat, kebanyakan kanker menyebabkan kematian; kanker adalah salah satu penyebab utama kematian di negara berkembang. Kebanyakan kanker dapat dirawat dan banyak disembuhkan, terutama bila perawatan dimulai sejak awal. Banyak bentuk kanker berhubungan dengan faktor lingkungan yang sebenarnya bisa dihindari. Merokok tembakau dapat menyebabkan banyak kanker dari faktor lingkungan lainnya.

Tumor (bahasa Latin; pembengkakan) menunjuk massa jaringan yang tidak normal, tetapi dapat berupa "ganas" (bersifat kanker) atau "jinak" (tidak bersifat kanker). Hanya tumor ganas yang mampu menyerang jaringan lainnya ataupun bermetastasis.

Pencegahan Kata Kuncinya

Terbayangkah anda ketika anda harus mendekam di salah satu ruangan di sebuah rumah sakit dan menantikan saat-saat mendebarkan untuk dioperasi atau mungkin sudah dioperasi tapi menanti dengan penuh cemas apakah nanti kanker itu sembuh???

Kemajuan dunia medis dalam menangani kanker patut kita acungi jempol. Tapi kembali lagi, intinya pencegahan. Karena kemajuan dunia pengobatan kanker tersebut bukan tanpa memakan biaya besar, justru dengan dukungan uang yang besar maka teknologi penyembuhannya juga maju.

Kemoterapi misalnya, membutuhkan uang yang sangat banyak untuk melakukan itu dan belum tentu juga bisa sembuh. Bagi golongan yang punya, hal itu tidak jadi masalah, tapi bagi golongan yang tidak punya, hal ini akan menjadi persoalan besar.

Jangan takut, jangan cemas, jangan ragu, semua penyakit itu pasti ada obatnya. Dan sebagai makhluk ciptaan Tuhan dan sejatinya kita berharap kepadaNya, maka mulai saat ini Tuhan telah memberikan sebuah pohon yang sangat berharga bagi kehidupan manusia.

Pohon itu adalah manggis. Rasa buahnya yang mengejutkan dan warna kulit buahnya yang eksotik membuat manggis semakin memesona. Kulit buahnya mengandung senyawa molekul yang memiliki kandungan super antioksidan yang bernama xanthone dan xanthone inilah yang menginspirasi lahirnya minuman kesehatan XAMthonePlus.

XAMthonePlus mampu mencegah, memelihara dan menyembuhkan kanker yang membuat hidup manusia sengsara. Memilih XAMthonePlus adalah bijak bagi kesehatan dan jangan ditunda lagi. Mulailah hidup sehat dengan mengonsumsi XAMthonePlus.*****

TERAPI TERMUKTAHIR UNTUK JANTUNG KORONER

Setelah era penggunaan stent (semacam kerangka metal) untuk membuat pembuluh darah yang tersumbat terbuka dan stent berlapis obat untuk mencegah penyumbatan kembali, kini muncul terapi arteri koroner termutakhir, yakni balon salut obat (drug eluting balloon/DEB).

Drug eluting balloon ini digunakan dengan cara yang sama seperti kateter koroner untuk pelebaran pembuluh darah yang menyempit. Perbedaannya adalah DEB ini mengeluarkan sejenis obat antiproliferatif yang disebut paclitaxel yang akan diserap oleh dinding sekitar pembuluh darah. Obat ini juga digunakan untuk stent salut obat (drug eluting stents/DES).

Kemajuan terapi koroner ini disampaikan oleh Prof Dr dr Teguh Santoso, SpPD, SpJP, pakar kardiologi intervensi dan penyakit dalam dari FKUI-RSCM dan Martin Unverdorben, MD, PhD, ahli kardiologi dan pengembang serta peneliti terapi balon salut obat dari Jerman dalam acara media edukasi Sequent Please, Temuan Baru Salut Obat, di RS.Medistra, Jakarta, Kamis (19/11).

Pemasangan DES, atau awam menyebutnya cincin, saat ini merupakan prosedur yang lazim dan terbukti efektif untuk pasien dengan penyakit jantung koroner untuk memperlebar jalur arteri sehingga aliran darah kembali lancar tanpa operasi. Namun, terapi ini memiliki risiko terjadinya penyempitan kembali. "Celah-celah di antara stent bisa menimbulkan kerak baru atau neointimal," kata Teguh.

Dengan terapi balon salut obat, risiko penyempitan arteri bisa ditekan berkat obat yang mampu meresap ke dinding pembuluh darah. "Pelepasan obat tidak membutuhkan stent, selain itu materialnya mudah diserap tubuh," kata Martin.

Pada penelitian terhadap 52 pasien yang diujikan baik dengan menggunakan DEB maupun balon konvensional yang tak bersalut obat, diketahui dalam enam bulan hanya 5 persen pasien DEB yang memerlukan intervensi ulang karena terjadinya penyempitan.

Keunggulan lain dari balon salut obat ini adalah mampu mencapai daerah-daerah yang menyempit dan tidak bisa diakses oleh stent. "Terapi terbaru ini bisa untuk kasus penyempitan arteri kembali paska pemasangan stent atau pembuluh darahnya terlalu kecil. Dan kasus ini populasinya banyak di Asia," papar Teguh.
Selain itu, lama penggunaan obat pengencer darah pada pasien DEB juga lebih sebentar, hanya 3 bulan, bandingkan dengan pasien DES yang harus mengonsumsi obat pengencer darah selama 12 bulan. Biaya tindakan dan pengobatan pun jauh lebih rendah dibanding terapi konvensional.

Kendati demikian, Teguh mengingatkan bahwa DEB bukanlah satu-satunya terapi untuk penyakit jantung koroner. "Bila pembuluh darah menyempit kembali meski sudah dibalon maka terpaksa harus dipasang stent, namun stent-nya dipasang tanpa obat karena dinding pembuluh darahnya sudah diobati," jelasnya.
Penyakit jantung koroner ditandai dengan penyumbatan (penyempitan) pembuluh darah jantung oleh endapan lemak maupun penebalan dinding pembuluh yang terdiri atas sel otot polos dan produksi matriks ekstrasel yang berlebihan. Ini menyebabkan hambatan aliran darah. Penderita umumnya merasakan napas sesak dan sedikit perasaan tertekan di dada. Menurut Teguh, sebagian besar penderita penyakit jantung koroner yang berusia kurang dari 40 tahun adalah perokok. AN. KOMPAS.com

Sabtu, 08 Januari 2011

Atasi Sakit Ginjal dengan Herbal


Atasi Sakit Ginjal dengan Herbal
Atasi Sakit Ginjal dengan HerbalGinjal merupakan salan satu organ dalam tubuh yang memiliki fungsi penting. Ginjal berfungsi untuk menyaring kotoran (terutama urea) dari darah dan membuangnya bersama air dalam bentuk urine.

Mengingat fungsinya yang sangat penting, maka kesehatan ginjal harus dijaga. Kerusakan kecil sekalipun akan mengganggu organ lainnya, termasuk jantung. Menurut beberapa pakar akupunktur, ginjal memiliki hubungan yang sangat istimewa dengan jantung sehingga jika ginjal bermasalah, maka jantung pun akan bermasalah pula.

Meski ada dua ginjal di dalam tubuh manusia, tidak tertutup kemungkinan ginjal seseorang bisa rusak juga. Gagal ginjal merupakan masalah pada ginjal yang paling ditakuti karena harus melakukan cuci darah terus menerus, atau pilihan lainnya adalah mansplantasi ginjal.

"Untuk orang yang sudah mengalami gagal ginjal hingga harus cuci darah, maka kemungkinannya untuk kembali pulih seperti sedia kala jauh lebih sulit dan tingkat kesembuhannya sangat kecil," kata herbalis Adriana Indrajati ketika dihubungi Warta Kota belum lama ini.

Kalaupun penderita gagal ginjal yang mengalami cuci darah mencoba menggunakan pengobatan herbal. biasanya hanya untuk membantu penderita menguranai frekuensi cuci darahnya.
Perlancar kencing

Berbeda dengan orang yang "hanya" mengalami batu ginjal. Pengidap batu ginjal masih bisa dibantu dengan pengobatan herbal. Beberapa tanaman obat bisa membantu untuk membersihkan batu ginjal yang menyumbat saluran kandung kemih (kalkulus uriner).
Menurut Adriana tanaman obat yang membantu membersihkan batu ginjal di antaranya adalah kumis kucing dan kiji beling. Kedua tanaman ini memiliki efek diuretis yang membantu memperlancar saluran kencing. Juga bisa membantu meluruhkan batu.

Konsumsi herbal bisa meluruhkan batu tetapi tidak secara langsung. Harus dilakukan sedikit demi sedikit hingga besar-benar bersih. Oleh karena itu, terapi herbal untuk penderita batu ginjal bisa dilakukan selama 3-6 bulan. Terapi tergantung juga pada jenis batu ginjalnya dan ukurannya.
Semakin keras batunya ginjalnya, semakin lama dibersihkan. Ada juga yang bisa dibersihkan hanya dalam waktu dua minggu. Biasanya ini karena jenis batunya sedikit lebih lunak dan tidak besar.

"Tetapi sebaiknya tetap mengonsumsi herbal sampai enam bulan bagi yang sudah menderita batu ginjal, karena walaupun batu sudah keluar, belum tentu bersih di dalammya, sebab biasanya masih ada sisanya," tandas Adriana.

Selain itu, dosis untuk penderita batu ginjal maupun gagal ginjal juga perlu diperhatikan. Dosis tang dikonsumsi penderita tidak boleh berlebih karena justru bisa memperparah kondisi penyakitnya. JAKARTA, KOMPAS.com***

Entri Populer