Sabtu, 25 Desember 2010

Tidak Hanya Susu Cina Yang Perlu Ditakuti

Heboh susu Cina tercemar melamin memang merisaukan. Terbayang akibat buruknya, melihat enam bayi meninggal dan ratusan memerlukan perawatan rumah sakit. Di sekitar kita, apa yang kita konsumsi dan pakai sehari-hari punya bahaya serupa.

Kita mulai dengan perabot rumah tangga. Sehatkah bahan cat tembok kita? Tidakkah mengandung bahan berbahaya formaldehyde, misalnya? Apa mainan anak-anak kita juga mengandung cat yang sama membahayakan? Botol kemasan minuman apakah juga aman? Termasuk bahan botol susu bayi, apakah bukan bisphenol A (BPA) yang juga pencetus kanker (karsinogenik)?

Bagaimana dengan kertas dan plastik pengemas kuah panas dari restoran? Apa pemanis buatan dalam penganan dan jajanan tergolong aman? Apa yang ditambahkan dalam kecap, saus tomat, dan sirop murah bukan bahan tambahan berbahaya?

Kita menyaksikan di TV, ada sampo palsu dibuat dari bahan kimia berbahaya. Begitu juga pemutih kulit, cat merah untuk ikan kakap, atau formalin pembeku ikan, tahu, tempe, dan boraks buat bakso. Tanpa pengawet, kerang kita sudah tercemar logam berat karena cemaran industri sudah masuk ke biota laut di pelabuhan.
Bagaimana mungkin kita mengelak dari semua itu, kendati tahu?

Tercemar sejak bayi
Bagaimana dengan jamu nakal buatan rumahan yang dicampur obat dan entah apa lagi, yang tak bisa dipertanggungjawabkan keamanannya? Berapa banyak herbal, obat tradisional, dan penyembuhan alternatif yang memasukkan bahan tak aman ke dalam tubuh? Sebagian herbal Korea dan Cina, Sudah ditarik dari pasar (WHO).

Kita lupa kalau buah impor tidak semuanya aman. Sayur lokal pun belum tentu bebas herbisida dan pupuk kimia, kalau dikonsumsi mentah. Zat kimia pada kulit apel, berapa tahun mencemari usus kita? Belum jelas pula apa dampak buruk mengonsumsi ternak dan pertanian hasil rekayasa genetik.

Anda gemar ikan asin? Sudah pasti mengandung nitrosamine, pencetus kanker juga; selain mungkin sudah dibubuhi obat nyamuk agar tak tumbuh belatung. Bagaimana dengan ikan asap, daging asap, dan gosongnya menu bakaran dengan ancaman kanker, sudahkah Anda insafi?

Industri juga sudah membuat udara dan lingkungan kebanjiran bahan kimia dioksin. Bahan ini sudah mencemari bagian mana saja lingkungan kita. Bahkan, makanan bayi pun dilaporkan sudah tercemar bahan ini. Generasi sekarang sudah tercemar aneka bahan berbahaya sejak bayi.

Minyak goreng dicampur plastik supaya gorengan renyah bukan cerita baru. Minyak jelantah penjaja gorengan pun bekas restoran ayam goreng.

Hormon penggemuk ayam
Sudah pastikah telur yang kita konsumsi bukan telur palsu dari bahan kimiawi buatan Cina? Apakah daging ayam bebas hormon penggemuk? Apa hormon juga tidak ditemukan dalam daging sapi? Bahaya hormon bisa bikin kanker organ reproduksi, selain anak jadi lekas pubertas.

Sudah bebaskah udang kita dari antibiotika? Bagaimana beras yang dibuat tambah putih? Bagaimana nasib orang-orang di jalan padat lalu lintas, di persimpangan kota besar? Udara sudah sangat tercemar, sebagian tidak aman bagi tubuh.

Tahukah Anda es batu yang dijual belum tentu bebas kuman? Kalau airnya tidak steril, bagaimana menjamin es batu tidak bikin orang mencret. Bagaimana penjaja buah dingin, rujak, dan jajanan lain sucihama? Sekadar diare sudah bikin kehilangan hari kerja, ongkos berobat, dan produktivitas. Anak mencret terhambat tumbuh-kembangnya.

Air minum daur ulang, kemasan botol plastik dipakai ulang, apakah diinsafi kalau belum tentu aman bagi kesehatan.
Cemaran juga bisa datang dari kosmetik. Berapa merek kosmetik tak terdaftar dan lolos memasuki pasar jenis yang mengandung mercuri (Hg). Racun logam berat ini merusak tubuh, selain terakumulasi untuk waktu lama lewat kulit. Berapa jelek bahan kimia pada sejumlah jenis pengharum ruang yang belum tentu aman bagi kesehatan. Bahan timbal (Pb) dari bensin yang belum bebas timbal tergolong tidak aman juga.

Bagaimana pula kita memanen dan menyimpan kacang, padi-padian, umbi-umbian, sehingga tidak ditumbuhi kapang penghasil racun aflatoksin yang membahayakan tubuh. Aflatoksin sama jahatnya dengan pencemar kimiawi bagi hati. Kanker hati terjadi akibat lama mengonsumsi aflatoksin dari kacang, dan jamu yang dibuat dari bahan tercemar kapang. Termasuk racun lain dari tempe bongkrek.

Tak sadar kita sudah menelan berapa ratus, bisa jadi berapa ribu bahan kimia tambahan dalam makanan. Apa saja kimia yang berasal dari kue, penganan, bahan penggaring, antilengket mi, dan obat buat bikin roti, atau pengembang dalam kue. Tidak seluruhnya berbahaya. Namun, bagaimana aman pun zat kimia, ia tetap bahan asing bagi sel tubuh.

Seberapa bisa tubuh tidak sampai dicemari?
Industri makanan dunia terus menambahkan jenis kimia bagian dari teknologi pangan, yang mungkin baru di kemudian hari kedapatan tidak aman. Sejumlah pewarna, pengawet, pemanis buatan baru belakangan terbukti tidak aman bagi kesehatan.

Kanker- akibat diet
Kanker paling banyak disebabkan oleh faktor diet. Kita perlu lebih mewaspadai apa yang dikonsumsi. Bertahun-tahun mengonsumsi bahan kimia dari aditif makanan, tentu tubuh akan terganggu. Bahaya paling ditakuti jika mencetuskan kanker.

Kalau ditanya apa kasus kanker bertambah banyak, harus dijawab iya. Penyebabnya, semakin banyak cemaran pencetus kanker beredar di lingkungan manusia. Udara, air, tanah, selain makanan dan minuman, sudah dibanjiri oleh zat-zat karsinogenik si pencetus kanker.

Belum lagi dari gelombang elektromagnetik dalam peralatan elektronik. Radiasi monitor komputer, ponsel, selain paparan alam dari ultrared matahari, dan ozon. Tubuh orang sekarang sudah sangat kuyup oleh aneka pencetus kanker, selain dari makanan yang tidak menyehatkan.

Kesehatan ada di dapur
Ya benar. Kesehatan itu ada di dapur, bukan di restoran. Upayakan memperoleh menu harian dari dapur sendiri. Bukan saja lebih menyehatkan, efisien, sesuai selera, dan tentu lebih bersih. Kita tidak tahu bahan masakan di restoran sudah disimpan berapa lama, apakah diolah dengan minyak sehat, dan tak diimbuhi penyedap. Begitu juga jajanan. Buatlah sendiri ketimbang beli.

Dengan sangat berat hati, tanpa maksud menutup usaha restoran dan penjaja makanan, demi sehatnya rakyat kita, sikap itu harus tegak. Sebagian besar pihak belum tahu, dan pemerintah wajib memberitahu, kalau bahan, cara, dan pembuatan yang dikonsumsi masyarakat tidak seluruhnya aman bagi kesehatan.

Jika tidak, sampai kapan rakyat harus memikul beban ekonomi jika kondisi tidak sehatnya makanan dan minuman harian, dan ancaman kesehatan lain, masih terus tidak dilakukan langkah dan kebijakan politik yang tegas.

Kalau jamu nakal masih bikin tulang keropos, kencing manis, dan darah tinggi, dan sebagian penganan, akibat cara kemas, cara olah, bikin rakyat berisiko kena kanker kelak, ongkosnya kelewat mahal jika dibiarkan tanpa tindakan. Sekarang waktunya untuk bertindak.
Oleh: Dr. Handrawan Nadesul, Dokter Umum
Sumber: Senior

Senin, 15 November 2010

Xamthone Plus Cegah Kemandulan..

Infertilitas atau ketidaksuburan yang disebabkan oleh faktor genetik tentu sulit dicegah. Namun, kemandulan yang disebabkan oleh hal-hal di luar genetik, seperti gaya hidup dan pola makan, sangat mungkin untuk dicegah.

`Makanan biasanya ada zat oksidannya dan itu mengganggu proses reproduksi. Karena itu sebaiknya mengonsumsi makanan tambahan atau suplemen yang mengandung antioksidan,` kata dokter spesialis Andrologi dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Prof Dr dr Wahyuning Ramelan, SpA & K di Jakarta, beberapa waktu lalu. Kondisi emosi yang stres dan kebiasaan merokok akan mempengaruhi kesehatan dan jumlah produksi sperma pun akan berkurang atau menurun.
`Kalau pun kemudian punya anak maka angka kejadian cacat bawaan pada bayi yang dilahirkan meningkat dibandingkan dengan yang tidak terpapar rokok. Jadi ada baiknya mengurangi rokok,` kata Wahyuning Ramelan. Bahkan pada perempuan yang merokok atau terpapar asap rokok akan membahayakan kesehatan janin. Begitu pun pola konsumsi makanan, dianjurkan agar mengonsumsi makanan sehat dan menghindari makanan berpengawet.
Tidak hanya itu, Prof Dr dr Ali Baziad, SpOG & K dari Brawijaya Women & Children Hospital Jakarta mengatakan bahwa tidak hanya menghindari makanan yang mengandung oksidan dan berhenti merokok, yang harus dihindari juga adalah medan elektromagnetik. "Contohnya medan elektromagnetik yang dipancarkan handphone. Tentu ada akibat buruknya. Saya saja bicara menggunakan handphone selama satu jam, kepala langsung pusing," kata Ali Baziad. Untuk laki-laki, kata Wahyuning Ramelan, juga diharapkan untuk menghindari penyakit menular seksual. Penyakit ini bisa mengakibatkan infertilitas pada laki-laki karena infeksi tersebut menyumbat saluran keluar sperma, bahkan sampai merusak spermatogenesis (proses pembentukan sperma).
Radiasi pun dapat merusak spermatogenesis. Mungkin saja bisa sekadar penurunan infertilitas, tetapi dapat sampai terjadi kemandulan. "Jadi jika ingin mendapat momongan, yang terpenting, jalani pola hidup sehat, makan makanan yang bergizi baik, hindari paparan medan elektrostatik, elektromagnetik, hindari rokok, dan silakan menambah antioksidan," tegas Wahyuning Ramelan.
XAMthone plus antioksidan super Yang dicari Memilih antioksidan jangan salah lagi, XAMthone plus jawaranya, karena XAMthone plus terbuat dari ekstrak kulit buah manggis. Produk primadona yang diburu dan digemari di seluruh dunia. Mengapa juga Anda harus tertinggal. Mulailah hidup sehat dengan XAMthone plus, Amazing juice for Amazing health.***

Peringatan Untuk Penyuka Makanan Manis...

Salah satu faktor pemicu kolesterol naik adalah makanan yang bersifat manis, misalnya gula. Konsumsi gula berlebih selama ini identik dengan kegemukan, diabetes dan penyakit kardiovaskular.

Riset terbaru membuktikan, terlalu banyak mengonsumsi gula ternyata memengaruhi kadar kolesterol dan trigliserida dalam tubuh. Miriam Vos, MD dan koleganya dari Atlanta Emory University, meneliti kaitan antara tingginya asupan gula tambahan pada orang-orang Amerika dan kontribusinya pada tingginya kolesterol.
Gula tambahan adalah pemanis berkalori yang biasa dipakai dalam makanan, seperti cokelat, cake, atau es krim. Selain sebagai penambah kalori dan pemberi rasa manis, tidak ada tambahan gizi lain dari gula jenis ini. Responden dalam penelitian yang mengonsumsi gula tambahan paling banyak ternyata memiliki kadar kolesterol jahat paling tinggi dan kadar trigliserida paling tinggi. Sebaliknya dengan orang yang mengonsumsi gula paling sedikit, kadar kolesterol baiknya tinggi dan rendah trigliserida.
Menurut panduan yang dikeluarkan Asosiasi Jantung Amerika, tambahan gula yang direkomendasikan setiap hari tidak boleh lebih dari 100 kalori (setara 6 sendok teh) untuk wanita dan 150 kalori (9 sendok teh) untuk pria. Miriam menemukan, selama beberapa dekade terakhir terjadi peningkatan konsumsi gula pada penduduk Amerika atau rata-rata mereka mengonsumsi 360 kalori.
Menurut pakar nutrisi dari University of Vermont, AS, profesor Rachel K.Johnson, PhD, hanya segelintir orang Amerika yang mematuhi standar asupan gula per hari. Sebenarnya, gula dijumpai secara alami pada beberapa makanan, seperti kismis dan kurma. Gula dalam buah disebut dengan fruktosa. Yang dimaksud gula tambaan adalah sukrosa (gula pasir) dan pemanis buatan lainnya.
Gula jenis ini sering tersembunyi di dalam makanan. Untuk mengukur asupan gula yang kita konsumsi, Johnson menyarankan agar kita memperhatian label yang tercantum dalam kemasan makanan atau minuman."Bila dalam label terdapat kata "sirup", sukrosa, fruktosa dan dextrose, itu adalah pemanis tambahan," katanya.
Cara terbaik untuk membatasi konsumsi pemanis tambahan adalah dengan mengurangi konsumsi minuman, bukan cuma softdrink tapi juga jus buah dan minuman sport yang banyak mengandung gula. NEW YORK, KOMPAS.com XAMthone plus solusi terbaik atasi kolesterol dan kardiovaskuler. Mulailah Hidup Sehat dengan XAMthone plus, the miracle of nature.

Harapan baru pengobatan kanker ginjal...

Kanker ginjal biasanya tidak menunjukkan gejala hingga penyakit itu menyebar ke organ lain. Kanker jenis ini juga sering kali ditemukan sudah berada pada tahap sulit untuk disembuhkan.

Teknik kemoterapi terbaru memang menunjukkan harapan besar dalam memperpanjang usia pasien pengidap kanker stadium lanjut. Namun, terapi ini juga bisa sangat merugikan mengingat efek racun yang ditimbulkannya.
Dalam temuan terbaru mengenai kanker ginjal, ahli University of California Davis, Amerika Serikat, berhasil mengidentifikasi suatu cara menghambat mekanisme pemulihan sendiri oleh gen pada sel-sel kanker. Hal ini diharapkan memperbesar keberhasilan kemoterapi kanker ginjal dan menjadikannya lebih efektif dan lebih dapat ditoleransi.
"Sel kanker sangat terkenal akan kemampuan mereka untuk secara cepat menciptakan salinan diri mereka. Meski pengobatan termutakhir berhasil memperlambat proses itu, pengobatan tersebut tidak cenderung menyembuhkan dan mungkin memiliki efek samping," kata pemimpin penelitian itu, Robert Weiss, yang memublikasikan temuannya dalam jurnal Cancer Biology and Therapy, edisi Desember.
"Kami ingin menemukan cara membuat kemoterapi seefektif mungkin dengan dosis paling rendah," ujarnya. Pengobatan terbaru bekerja dengan cara merusak kestabilan sel kanker di tingkat DNA, yang mengurangi kemampuannya untuk menggandakan diri. Para peneliti, yang mengetahui bahwa gen p21 memiliki peran penting dalam memulihkan DNA sel kanker dan berpotensi memangkas manfaat bagi pengobatan itu, berusaha mengidentifikasi susunan yang dapat mengganggu jalur tersebut. T
im itu menguji ribuan zat dan 12 diantaranya ditemukan dapat mengikat protein rekombinan p21. Uji coba tambahan menunjukkan tiga bahan itu mampu menurunkan ekspresi p21, dan menghalangi kemampuan sel kanker ginjal untuk memperbaiki diri dan membuatnya lebih responsif terhadap pengobatan yang merusak DNA.
Untuk kajian masa depan, tim peneliti tersebut akan memusatkan perhatian pada tiga calon zat guna memastikan konsentrasi paling rendah yang mungkin membuatnya tetap efektif dan guna lebih mengoptimalkan kandungan antikankernya. Riset kemudian akan menguji bahan itu dengan pengobatan standar dalam contoh hewan sebelum akhirnya diujicobakan pada manusia. Kompas.com/Washington DC. USA

Entri Populer